Cari Blog Ini

Memuat...

Musik

Sabtu, 10 November 2012

Melatih Perkembangan Keseimbangan Anak



Keseimbangan

Anak usia 2-3 tahun koordinasi untuk membuat tubuh seimbang belum matang, sehingga sering jatuh. Tubuhnya butuh stimulasi untuk membantu perkembangan keseimbangannya. Latih keseimbangannya dengan kegiatan yang menyenangkan.
  • Menari. Saat menari anak belajar mengoordinasikan mata, telinga, pinggul, tangan dan kaki untuk menyelaraskan gerakan dengan musik. Anda boleh mengikut sertakan anak dalam sangar atau kursus menari, seperti tari daerah atau modern dance. Tapi hindari untuk memaksa anak!
  • Beladiri. Dibalik stigma kekerasan yang melekat pada olahraga ini, beladiri bermanfaat bagi perkembangan motorik kasar dan keseimbangan tubuh anak. Latihan menendang dapat memperkuat otot paha dan selangkangan yang berperan saat anak berjalan dan berlari. Tendangan dan tonjokan dalam beladiri balita tak memperhatikan intensitas dan kekuatan, namun lebih melihat posisi tubuh. Posisi tubuh yang tepat dapat membantu anak memiliki postur dan keseimbangan tubuh yang baik.
  • Meniti jalan di atas balok titian, seperti salah satu gerakan senam lantai yang menggunakan alat bantu balok. Senam lantai membantu para atlet untuk menjaga keseimbangan tubuh. Anak bisa mencontek adegan ini! Latihan  ini menguatkan bagian otot kaki Tibialis Anterior yang berperan penting saat anak berlari dan melompat, serta koordinasi antara mata dengan kaki.
  • Loncat satu kaki. Bertumpu  pada satu kaki merupakan gerakan yang efektif untuk melatih keseimbangan tubuh anak. Agar lebih dinamis dan tak membosankan, lakukan variasi gerakan melompat dengan menggunakan satu kaki, seperti permainan jaman dulu, dampu.
  • Meniru pesawat terbang. Berdiri dengan kaki satu, sambil merentangan kedua tangan dapat melatih keseimbangan tubuh dan kekuatan otot lengan serta kaki. Anak  juga belajar untuk representasi atau membayangkan bentuk dan gerak dari pesawat terbang. Minta anak menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri secara bergantian, agar lebih menyerupai gerakan pesawat terbang. Bila perlu buat adegan ada burung atau pesawat lain yang melintas. Makin seru ‘perjalanannya’ di udara, makin sering ia meniru gaya pesawat ini.
  • Twister. Permainan yang terdiri dari sebuah karpet plastic bergambar bulatan-bulatan berwarna dan papan pemutar atau spinner, yang bentuknya seperti jam, ini tidak hanya melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh anak, tapi juga mengenalkan aneka warna dan problem solving pada anak.
Anak yang tidak punya keseimbangan akan kesulitan mengontrol gerakan  tubuh (seperti kepala, pundak, tangan, atau kaki), berjalan sempoyongan dan sering jatuh atau menabrak sesuatu tanpa alasan,  takut ketinggian,  kesulitan belajar naik sepeda, serta  sulit diajak konsentrasi.

Sumber : http://m.ayahbunda.co.id/article/mobArticleDetail.aspx?mc=001&smc=005&ar=1547

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar